themagister of master insting in global relegius SURODIRO JOYO NINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI Sabtu, 29 Desember 2012. Diposting oleh Unknown di 16.59 Tidak ada komentar: Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Bagikan ke Pinterest. Selasa, 30 Oktober 2012. MAJAPAHITLEBUR DIRO KAOS DININGRAT PANGASTUTI 1 DESAIN SURO DENING JO di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. Beli MAJAPAHIT LEBUR DIRO KAOS DININGRAT PANGASTUTI 1 DESAIN SURO DENING JO di shiiren shop. Surodiro joyo diningrat lebur dening pangastuti Artinya: Segala kesempurnaan hidup dapat diluluhkan dengan budi pekerti luhur ***** Satria ingkang pilih tanding, yang memiliki arti Artinya: Seorang ksatria mampu memilih lawan. Artinya seseorang berjiwa ksatria hanya mau melawan orang yang mampu menghadapinya, bukan orang yang lemah daripadanya Suro Diro Joyodiningrat Lebur Dening Pangastuti artinya adalah segala sifat angkara murka hanya dapat dikalahkan dengan kebajikan atau kebaikan. Makna kalimat tersebut menjadi berbeda ketika dipisah-pisah menjadi kata-kata tersendiri. Namun jika dirangkai, artinya adalah angkara murka akan musnah dengan kebaikan atau lWgOqpk. Ketika sedang mendengarkan rekaman wayang kulit dari siaran radio, ada ungkapan menarik dari Ki Dalang yang menarik perhatian saya. Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti, begitulah bunyi ungkapan yang diucapkan oleh Ki Dalang. Sebetulnya ungkapan yang berasal dari falsafah jawa ini cukup sering kita dengar, terutama bagi masyarakat jawa. Bahkan kadang kala ungkapan ini juga biasa ditemui dalam status postingan di media-media sosial. Meski cukup sering mendengarnya, namun biasanya sering kali kita abaikan pemahamannya sehingga hanya menjadi angin lalu tanpa berusaha mencari tahu lebih dalam makna dari ungkapan tersebut. Makna Falsafah Suro Diro Jaya Ningrat Lebur Dening Pangastuti Suro Diro Jayanirat Lebur Dening Pangastuti merupakan suatu ungkapan dalam bahasa Jawa yang mengandung makna filosofis yang amat dalam. Ada yang mengatakan bahwa ungkapan filosofis ini berasal dari Sunan Kalijaga, namun catatan yang lebih berdasar mengatakan bahwa ungkapan ini berasal dari Ronggowarsito baca Biografi Ronggowarsito, seorang pujangga kondang dari Kraton Solo yang hidup pada 1802-1873. Ronggowarsito menyebutkan ungkapan ini dalam sebuah tembang Kinanthi yang diciptakannya. Tembang tersebut termuat dalam Serat Ajipamasa atau Serat Witaradya atau Serat Pustaka Raja Wedha yang ditulis oleh Ronggowarsito. Tembang tersebut berbunyi Jagra angkara winangun Sudira marjayeng westhi Puwara kasub kawasa Sastraning jro Wedha muni Sura dira jayaningrat Lebur dening pangastuti Makna dari tembang Kinanthi di atas kurang lebih menggambarkan tentang seseorang yang memiliki kekuasaan besar yang mengakibatkan dirinya lupa diri. Dia mencoba memaksakan kehendak kepada siapapun. Namun pada akhirnya, sikap angkara murka itu menjadi luntur ketika dihadapi dengan tersenyum, kata-kata yang sopan dan sikap yang penuh kelembutan. Untuk menjelaskan makna dari ungkapan Suro Diro Jaya Ningrat Lebur Dening Pangastuti ini, perlu kiranya kita pahami uraian kata dari ungkapan ini satu persatu. Suro Suro Sura bermakna keberanian. Dalam diri setiap manusia, bersemayam sikap berani yang bisa muncul kapan saja. Bahkan seorang penakut pun sejatinya memiliki keberanian yang bisa muncul ketika dibutuhkan atau karena terpaksa. Ketika benih-benih keberanian ini muncul, ia bisa membawa dampak yang positif dan juga negatif. Di satu sisi sikap berani ini perlu diasah untuk mengarungi kerasnya hidup. Namun di sisi yang lain, bagi yang tidak bisa mengendalikannya, ia bisa menjadikan seseorang lepas kendali, angkuh dengan kemampuannya, dan akhirnya mudah baginya untuk berbuat sewenang-wenang dan bertindak angkara murka. Diro Diro Dira artinya yaitu kekuatan. Dengan adanya keberanian, maka kekuatan pun bisa diraih dengan mudahnya. Kekuatan dapat berwujud kekuatan lahir dan kekuatan batin. Kekuatan lahir bisa berasal dari kekuatan fisik atau badan yang kuat, sedangkan kekuatan batin diperoleh atas bantuan dari Allah dan erat kaitannya dengan keimanan seseorang. Ketika seseorang bisa mengimbangi kekuatan lahirnya dengan kekuatan batin yang berasal dari Allah, maka ia bisa menjadi orang yang membawa manfaat bagi orang lain. Namun ketika ia hanya mengandalkan kekuatan lahirnya saja, maka yang terjadi ia bisa menjadi orang yang terlalu ambisius, selalu berusaha untuk memenuhi hasrat pribadinya, dan hanya peduli pada kepentingan dirinya sendiri. Jika sudah demikian, maka akan lahirlah sikap angkara murka dan kedurjanaan. Jaya Arti dari Jaya adalah Kejayaan. Kejayaan atau kesuksesan adalah ukuran seseorang dipandang berhasil dalam menjalani hidupnya. Sering kali kita salah dalam memahami arti dari kejayaan kesuksesan ini. Kebanyakan orang menganggap bahwa kejayaan kesuksesan adalah ketika seseorang memiliki harta yang berlimpah, ilmu yang tinggi, pangkat dan jabatan yang mentereng, dan hal-hal yang semacamnya. Padahal hal-hal semacam itu adalah bagian kecil dari arti kejayaan yang sesungguhnya. Seseorang yang meraih kejayaan adalah ketika kekayaan yang dimilikinya menjadikannya semakin dermawan, ilmu yang dimilikinya menjadikan ia semakin rendah hati, serta pangkat dan jabatan yang diraihnya membuatnya semakin merakyat dan peduli dengan yang dipimpinnya. Jadi arti dari kejayaan bukan hanya soal meraih materi atau kenikmatan duniawi semata. Karena jika kejayaan hanya dihitung berdasar materi dan kenikmatan duniawi semata, maka yang terjadi adalah sikap sombong, angkuh dan kebanggaan yang berlebihan akan kemampuan diri yang telah berhasil menggapai apa yang diinginkannya. Ningrat Ningrat biasa diartikan sebagai gelar kebangsawanan, atau kaum yang hidup serba kecukupan dan bergelimang harta. Ningrat juga bisa dimaknai kaum terpandang yang diperoleh dari faktor keturunan, baik itu keturunan raja bangsawan, atau pun keturunan dari tokoh berpengaruh seperti Ulama, Kyai dan lainnya. Memiliki keluarga ningrat atau bangsawan tentunya patut disyukuri. Hendaknya kelebihan ini bisa menjadikannya seorang yang rendah hati dan peduli kepada orang-orang yang kurang beruntung. Tidak pada tempatnya jika dengan trah keturunan itu seseorang menjadi sombong dan angkuh. Hidup seorang ningrat yang serba berkecukupan dan dihormati banyak orang memang sarat akan godaan. Kemewahan dan rasa hormat dari orang lain sering kali membuat seseorang mudah untuk menjadi sombong akan segalanya yang ia miliki. Keadaan seperti itu juga membuatnya mudah untuk merendahkan dan menghina orang- orang yang di bawah derajatnya. Sesuatu yang mestinya disyukuri dengan tindakan baik, namun karena kesombongannya justru akan membuatnya celaka di kemudian hari. Lebur Lebur artinya adalah hancur. Lebur juga bisa diartikan dengan sirna, tunduk atau menyerah dan kalah. Maksud dari lebur disini kaitannya dengan rangkaian kata dari falsafah ini adalah akan dilebur atau dimusnahkan atau dihancurkan. Ini mempunyai arti sesuatu yang nantinya akan dihancurkan. Dening Dening adalah bentuk kata sambung yang berarti oleh atau dengan. Pangastuti Arti dari pangastuti adalah kasih sayang. Pangastuti juga bisa diartikan kebijaksanaan, atau benih-benih kebaikan, baik dalam arti ibadah kepada kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ataupun berbuat baik kepada sesama manusia. Seseorang dikatakan bijaksana bila perkataan dan perbuatannya menghasilkan hal yang baik, baik bagi dirinya dan baik bagi orang lain. Dengan bersikap bijaksana maka lingkungan akan menjadi damai dan sejahtera karena tercapainya keseimbangan antara hak dan tanggung jawab. Semua itu hanya bisa diwujudkan dengan sikap lemah lembut dan kasih sayang. Sering kali kita salah dalam memaknai Lemah lembut. Lemah lembut bukan menunjukan akan kelemahan seseorang. Justru sebaliknya, seseorang yang memiliki sifat lemah lembut dalam arti yang sebenarnya adalah mereka yang telah berhasil mengendalikan kekuatan besar yang dimilikinya. Sehingga dengan kekuatannya itu ia gunakan untuk membantu orang lain, menolong yang membutuhkan dan menebar kebaikan di manapun ia berada. Seseorang yang senantiasa menebar kebaikan kepada sesama, bersikap sopan dan lemah lembut kepada siapa pun, maka dirinya akan mendapat kekuatan dari Allah sehingga ia akan disegani dan dihormati banyak orang. Dengan sikap positif yang dimilikinya itu, dia juga akan memperoleh kedudukan yang mulia di sisi Tuhan dan di antara umat manusia. Dari kesemua rangkaian kata-kata di atas yang disatukan, maka terciptalah ungkapan Suro Diro Jayaningrat Lebur dening Pangastuti. Semua sifat yang disebutkan dalam rincian di atas ada dalam diri setiap manusia. Jika disatukan, maka makna keseluruhan dari falsafah Surodiro jayaningrat Lebur Dening Pangastuti ini adalah bahwa Keberanian, Kekuatan, Kejayaan, dan Kemewahan yang ada di dalam diri manusia, di mana sifat-sifat itu seringkali membuat manusia menjadi sombong, penuh angkara murka, dan mudah bertindak sewenang-wenang kepada orang lain, semuanya itu akan dikalahkan dan dihancurkan oleh Kebijaksanaan, Kasih Sayang, dan Kebaikan yang ada di sisi lain dari manusia itu sendiri. Jadi, semua bentuk angkara murka yang bertahta dalam diri manusia, akan dapat dihilangkan dengan sifat-sifat lemah lembut, kasih sayang dan kebaikan. Ibarat api yang berkobar, angkara murka tidak dapat dihilangkan dengan angkara murka, sebagaimana api tidak dapat dipadamkan dengan api. Tetapi api dapat dipadamkan dengan air. Angkara murka akan sirna manakala dihadapi dengan sifat lembut dan kasih sayang yang didasari atas sifat-sifat mulia yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Falsafah ini juga bisa bermakna bahwa segala kekuatan jahat akan dapat dihilangkan dengan kebaikan dan kebenaran. Membalas suatu kejahatan dengan kejahatan lain tidak akan menyelesaikan masalah, justru yang timbul adalah masalah lain yang lebih besar. Maka untuk menghilangkan kejahatan tersebut, diperlukan sikap lembut dan kasih sayang untuk menghadapinya. Bersikap lemah lembut bukan berarti menghilangkan ketegasan, karena ketegasan juga perlu ditegakkan dalam kondisi-kondisi tertentu, namun tentunya harus diiringi dengan sikap bijaksana. Intinya, segala sifat keras hati, picik, dan angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lemah lembut, sabar dan penuh kasih sayang. Sumber Jakarta - Di tengah memanasnya hubungan antara KPK dan Polri, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menuliskan sebuah status di Facebook yang bertuliskan "Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti..."Tak diketahui pasti apa maksud status tersebut. Menurut artikel yang dimuat dalam blog Suro Diro Joyonirat lebur Dening Pangastuti merupakan suatu ungkapan bahasa Jawa yang mempunyai makna teramat rinci atau kata per kata, perkataan Suro Diro Joyoningrat Lebur Dening Pangastuti itu dapat diartikan masing-masing sebagai berikutSuro = Keberanian. Dalam diri manusia, mempunyai sifat berani. Sifat berani tersebut kalau lepas dari kendali bisa mengarah untuk tindak kejahatan dan kesewenang-wenangan;Diro = Kekuatan. Kekuatan manusia bila diperdayakan akan menjadi kekuatan yang luar biasa, baik kekuatan lahir maupun kekuatan batin;Joyo = Kejayaan. Manakala manusia sudah mencapai puncak kejayaannya dan lepas dari kendali nurani yang terjadi adalah manusia tersebut menjadi sombong, congkak, angkuh atau jauh dari nilai2 moral agama;Ningrat = bergelimang dengan kenikmatan duniawi. Ningrat di sini bisa diartikan sebagai gelar kebangsawanan atau seorang pejabat yang serba kecukupan dan senantiasa hidup dalam gelimang harta;Lebur = Hancur, Musnah. Lebur artinya hancur, sirna, tunduk atau menyerah kalah;Dening = Dengan;Pangastuti = Kasih Sayang, umum, makna ungkapan 'Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti' adalah segala sifat keras hati, picik, dan angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut, dan tersebut juga pernah dilontarkan oleh jaksa penuntut umum JPU KPK, Yudi Kristiana saat membacakan tuntutan terhadap Anas Urbaningrum yang saat itu menjadi terdakwa dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang."Bukankah Ronggowarsito pujangga Jawa era 1800-an pernah berkata, 'Suro diro jayaningrat, lebur dening pangastuti'," ujar Yudi, 11 September 2014 Bentuk Tim Independen>>>Jokowi Bentuk Tim IndependenSebelumnya Bareskrim Polri menangkap Bambang Widjojanto atas dugaan kasus kesaksian palsu saat persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan yang saat itu menjadi pengacara salah satu calon bupati, dituding mengarahkan saksi untuk memberikan keterangan palsu. Penahanan Bambang kemudian ditangguhkan, namun proses hukum tetap Bambang Widjojanto yang terjadi setelah KPK menetapkan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan rekening mencurigakan tersebut menuai pro dan kontra hingga akhirnya Jokowi memutuskan untuk membentuk tim independen tersebut beranggotakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimmly Asshiddiqie, mantan Wakil Kepala Polri Komjen Purn Oegroseno, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia UI Hikmahanto Juwana, pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar, dan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Buya Syafii Maarif. Riz/Yus* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

arti suro diro joyo diningrat lebur dening pangastuti