Berikutini adalah beberapa cara membuat hati tenang dalam menghadapi masalah: 1. Istighfar. Dalam menghadapi masalah apapun hendaknya kita selalu mengingat setiap kesalahan dan dosa yang kita buat. Mungkin masalah yang muncul dikarenakan kesalahan yang telah kita perbuat sebelumnya. Maka dari itu, perbanyak memohon ampun dengan mengucapkan
Dengankondisi yang sangat rileks, santri akan bisa bercerita dengan tenang dan lepas. Dari cerita-cerita yang diungkapkan, kita bisa menangkap apa yang diinginkan oleh santri tersebut yang bisa kita masuki motivasi-motivasi. Terkadang santri baru merasakan penat yang memuncak sehingga mengajaknya berkeliling akan membuat sedikit fresh. 6.
Katakata Santri yang Lucu dan Penuh Semangat ©2015 mubarok. 21. Percayalah santri putri itu luluhnya dengan qobiltu bukan I love you. 22. Aku adalah fi'il yang membutuhkan fa'il sebagaimana mubtada' yang tidak akan sempurna jika tanpa kobar. 23. Belajar itu memang melelahkan namun lebih lelah nanti kalau kamu saat ini tidak belajar. 24.
1 Tawadhu (Rendah Hati) Seorang santri akan tawadhu meski berilmu tinggi, karena dia sadar apa yang dia tahu belum ada apa2 nya dibanding ilmu ulama para pendahulu nya. karena dia sering ngaji kitab dan sering menyelami samudra ilmu maka dia menyadari ilmunya yang sekarang tidak ada apa2nya dan merasa malu jika disombongkan, sehingga santri meskipun sudah mondok 10 tahun akan tetap tawadhu, dan mengaku belum bisa apa2. 2. Patuh pada orang tua
Hatiini harus selalu kukuh memegang syariat-Nya agar kita tak terjerumus ke dalam lubang yang suram. Sahabat KAWARU, kehidupan ini begitu terjal, banyak liku-liku dan jalan berbatu serta tikungan tajam yang harus kita lewati.
KeBj. 6 Tahun lamanya kami menimba ilmu di Pondok Pesantren bukanlah waktu yang lama. Menimba ilmu agama dan pendidikan selama itu belum cukup untuk modal bekal hidup di dunia ini. Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda "Tuntutlah ilmu dari buayan lahir hingga ke liang lahat kubur." Muslim Tidak ada batasan bagi kita untuk menuntut ilmu. Selagi hayat masih dikandung badan, wajib hukumnya bagi kita manusia mempelajari ilmu, terlebih ilmu agama. Karena hanya dengan ilmu hidup kita akan mudah, hanya dengan ilmu hidup kita akan terselamatkan. "Musuh seseorang adalah sesuatu yang belum ia ketahui." -Mahfudzot "Ilmu adalah cahaya. Dan cahaya tidak akan pernah turun pada kemaksiatan." -Imam Syafi'i Pahit rasanya hidup jauh dari rumah, keluarga dan orang tua. Rindu kawan-kawan lama kami dirumah. Keadaan yang tak senyaman dirumah saat ini harus kami lewati. Tak sedikitpun waktu kami di Pondok ini terbuang sia-sia, dari menit ke menit, hari ke hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun lamanya, kami digembleng, digodok. Menyaring manusia-manusia diantara kami siapa yang terbaik. Terbaik mengharumkan nama keluarga, bangsa dan negara. "Santri adalah mereka yang mewarnai, bukan yang terwarnai." Label "Santri" melekat di kening ini tidaklah ringan. Tanggung jawab, amanah yang harus kami rawat, jaga. Almamater Pondok Pesantren, tidak ada kata maklum dan wajar. Waktu, tenaga dan biaya yang tak murah telah dikorbankan. Suka tak suka, rela tak rela, mau tak mau. Label "Santri" di wajahmu terpampang jelas. Sekalinya engkau melakukan dosa, tercoreng sudah gagal Kiyai, ustadz dan guru mendidik mu selama ini. "Hidup mulia atau mati syahid?" Arus perkembangan zaman yang tak tentu arah ini semakin besar gelombang ujian yang menghantam dan menerpa. Selesainya, khatam nya seorang santri dari Pesantren bukanlah akhir dari segalanya. Justru, itulah awal dari segalanya. Maafkan mereka yang tidak memahami mu, pegang erat mimpi-mimpi mu, raih apa yang engkau yakini. Menangis, menangis lah.. Berkeluh-kesah lah.. Pada Dzat Yang Maha Agung Sebab, ialah sebaik-baik penolong. Wahai engkau para ghuroba. Orang-orang dari golongan kolot, orang-orang yang ketinggalan zaman. Jangan pernah menyerah! Masa depan menanti mu di depan sana. Langkah demi langkah telah engkau lalui. Badai telah engkau lewati. Selesainya engkau dari Pesantren, itulah ujian sebenarnya. Pengumuman kelulusan ujian sebenarnya, akan kau dapat setelah ruh dan jasad mu terpisah. Kesan Pesan Santri Pondok Pesantren oleh Wakilsantri.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Mungkin isitilah nama santri kerap di sandingkan dengan pesantren bahkan misalkan kita mempelajari lebih dalam santri juga tidak harus di pesantren, contoh saja kita mengaji kepada kyai kampong yang mengajari kita pertama kali mengenal huruf arab dan membaca bacaan al qur’an jadi kita belajar sama kyai kampung juga disebut dengan santri. Sebagai seorang santri pastinya kita sudah taka sing lagi dengan kata “ Barokah Guru” .Barokah dilihat dari bahsa ialah Nikmat atau juga bisa juga diartikan sesuatu yang melimpah dan banyak. Yakni, ketambahan kebaikan atau ketambahan kecerdasan yang dating dari guru kita dan cara mendapatkannya adalah ketika kita telah berbuat sesuatu kepada guru kita dengan hati yang inilah yang dikejar kejar para santri agar mendapatkan barokah dari sang kyai yang mereka cintai. Terkadang kita melihat seusai dari pengajian ketika para santri melihat makanan atau minuman bekas dari sang kyai mereka saling berebutan untuk mendapatkan sisa dari makanan atau minuman dari kyai tersebut dengan tujuan semoga berkah. Kadang juga kita melihat santri yang rela capek, kotor hingga terluka demi mendapatkan ridho dan berkah dari sang kyai tersebut. Seperti contohnya dulu Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari yang rela mencarikan cincin istri dari sang gurunya yaitu syekh kholil bangkalan. Ia rela menjeburkan diri ke sapiteng agar menemukan cincin milik istri dari gurunya beliau hanya semata mata karena untuk mendapatkan barokah dari sang guru tersebut. Dari contoh kisah Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari bahwasanya barokah guru itu sangat penting dan bias dibilang wajib untuk kita cari. Karena, barokah dan ridho sang guru kelak akan menentukan sebagian hasil dari keberhasilan ilmu kita, manfaat atau tidaknya ilmu kita tergantung ridlho dari sang guru. Jangan sampai tidak ridlho nya sang guru ilmu yang kita cari dan kita perjuangkan tidak manfaat dan tidak barokah. Maka dari itu mulai sejak dini tanamkan dalam hati kita rasa cinta yang mendalam kepada guru-guru kita dan juga ilmu-ilmu yang mereka ajarkan, ta’dlimlah kepada keluarga dan dzuriah-dzuriahnya, janganlah sekali-kali berani melawan perintahnya apalagi sampai membicarakan kejelekan-kejelekannya dari belakang, sekalipun kita tahu itu benar adanya. Karena hal-hal yang mungkin tidak kita sadari tersebut itulah yang menyebabkan ilmu kita tidak bermanfa’at. Carilah barokah sebanyak-banyaknya dari guru kita, carilah ridhonya hingga ridho Allah akan sampai kepada diri kita. Yakinlah barokah akan datang di saat yang tepat, tepatnya ia akan datang ketika kita sudah berstatus sebagai alumni. Bagi yang tidak nyantri barokah itu bisa juga dicari dari guru ngaji kita dimanapun berada. Tidak akan ada yang tahu rencana indah yang Allah janjikan, kecuali hanya diri-Nya saja yang tahu. Wallahu a’lam bisshowwab. DenmasMan Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Namanya juga kehidupan, ada kalanya kita bahagia dan bangga, namun ada juga waktunya untuk kecewa, bersedih bakan untuk berduka. Berbagai jenis permasalahan yang datang harus kita hadapi, jangan untuk dihindari, serta mengapa kita berlarut-larut dalam trauma kesedihan. Bukankah lebih baik untuk bahagia? Bagaimana self healing yang tepat untuk menyembuhkan luka? Setiap orang pasti pernah diterpa oleh permasalahan, meski tingkat permasalahan setiap orang berbeda-beda. Ada yang biasa-biasa saja, ada juga yang lumayan rumit. Berbagai permasalahan yang ada adalah sebuah bentuk proses dinamika kehidupan. Memang benar kalau masalah tak kenal waktu, terkadang saat kita baru saja merasakan kebahagiaan harus terhapus oleh luka yang datang secara tiba-tiba. Kesulitan Adalah Langkah Awal Kemudahan Namun, bukan berarti ketika kita mengalami suatu permasalahan kita harus berlarut-larut dalam kesedihan, atau bahkan kita harus membenci diri sendiri. Padahal kesulitan juga datangnya dari Allah SWT untuk menjadi proses pendewasaan bagi kita. Bahkan, Allah SWT sendiri memberikan janji terhadap orang-orang yang sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan. Keadaan yang rumit sedemikian rupa itu menjadi langkah awal kita dalam menuju kemudahan dan kebahagian. Dalam Al-Qur’an Surat Al-Insyiroh Ayat 5, فَاِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًا Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, yang kemudian oleh Allah SWT juga dipertegas lagi pada ayat selanjutnya اِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًا sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Beragam faktor yang menjadi permasalahan masing-masing orang, ada yang masalah pertemanan, lingkungan atau juga masalah percintaan karena ditolak seseorang yang menjadi pujaanya dan masih banyak lagi permasalahan yang lain. Terkadang harapan yang diinginkan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi, hal ini menjadi salah satu faktor terciptanya luka hati atau sakit hati. Lebih baik sakit gigidaripada sakit hati ini…Meggy Z – Sakit Gigi Katanya, lebih baik sakit gigi, dari pada sakit hati, saya setuju dengan istilah demikian karena nyatanya luka hati yang timbul lebih susah untuk diobati. Bahkan, luka hati yang dibiarkan dalam merusak kondisi jiwa dengan memperparahnya emosi-emosi yang ada pada dalam dirinya. Sehingga tak jarang, akibat luka hati yang dibiarkan menjadi alalasan timbulnya kemalasan sosial, social loafing yang hal itu jelas merugikan diri sendiri dan orang-orang disekitarnya. Atau lebih parahnya lagi, dapat menimbulkan pemikiran dan perasaan yang membenci diri sendiri, hal ini disebut self-loathing. Hal ini memberikan dampak buruk bagi kita, apapun yang kita lakukan pasti salah, hidup tidak ada gunanya dan merasa bahwa kita tak pantas untuk mendapatkan hal-hal baik dalam hidup, seperti teman, pekerjaan maupun pasangan yang baik. Permasalahan selalu muncul dalam kehidupan seseorang tanpa memandang usia, jenis kelamin dan sebagainya. Apalagi di masa Pandemi Covid-19 ini yang bahkan sudah diberlakukanya PPKM Darurat ini menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh semua orang. Sehingga proses penyembuhan hati “self-healing” ini perlu dilakukan. Menariknya, tidak semua orang memiliki proses penyembuhan yang sama, ada yang dengan mudah untuk melewatinya, maupun ada juga yang terpenjara oleh permasalahan yang dihadapinya. Pentingnya Self Healing Self-healing atau sebuah proses penyembuhan luka hati atau mental akibat adanya permasalahan dalam kehidupan. Luka hati yang terjadi dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, mulai dari kesedihan yang tak berujung, merasa trauma terhadap sesuatu, hingga mengantarkan terjadinya depresi. Menurut Psychology Today, self-healing menjadi salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka proses penyembuhan hati dan bangkit dari trauma. Oleh karenanya, self-healing penting dilakukan oleh semua orang untuk mengobati luka batinnya. Proses penyembuhan self-healing ini berbeda pada setiap masing-masing individu. Ada yang mudah dalam mengobati hatinya, ada juga yang sebaliknya. Salah satu bentuk self healing yang dianjurkan dan diserukan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 28 الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُYang artinya “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Seperti halnya pepatah lain ladang lain belalang, maka ada juga istirahat lain orang lain juga permasalahan. Sehingga proses untuk self healing setiap orang berbeda-beda, yang menjadikan bahwa harus menemukan formula atau cara yang tepat untuk menyembuhkan luka hati. Salah satu bentuk proses self-healing yang dapat diterapkan yaitu mencontoh kehidupan para santri, khususnya untuk santri-santri yang mukim di Pondok Pesantren. Self Healing ala Santri – Leonardo Da Santri’ ilustrated by Mudhofar Self-Healing atau Penyembuhan Hati Ala Santri Siapa sih yang kenal dengan yang namanya santri?Pelajar, Pemuda-pemudi yang identik dengan Pondok Pesantren ini adalah salah satu tonggak masa depan bangsa ini. Santri yang didik untuk menjadi ibadilahi ash-sholihin hamba-hamba yang shalih ini diharapkan memiliki iman yang kuat. Santri juga selain dituntut untuk patuh terhadap agama juga diajarkan untuk hubbul wathon cinta negara serta menghormati guru serta kedua orang tuanya. Kehidupan yang full 24 jam perharinya digunakan di pondok adalah ibadah. Hal ini terbukti membantu dalam menghadapi hari esok yang lebih baik. Kehidupan santri tak pernah lepas dari berbagai bentuk ibadah, mulai dari sholat berjamaah, membaca Al-Qur’an, mengaji hingga berpuasa. Namun, dari berbagai macam kegiatan yang pada di pondok itu tidak menjadi masalah bagi santri, bahkan santri selalu riang gembira dalam menyambut kegiatan Pondok Pesantren tersebut. Sehingga, salah satu alasan untuk proses penyembuhan hati atau self-healing kita belajar dari santri dan mengambil hikmah dari kehidupan yang dialaminya. Terdapat berbagai macam proses penyembuhan hati atau self-healing yang dapat dicontoh dari kehidupan para santri, antara lain1. Budaya Ikhlas atau Nrimo Ing PandumIkhlas adalah sikap menerima dengan lapang dada atau menerima kehidupan dengan apa adanya tanpa mengharapkan segala sesuatu dari orang lain. Dalam istilah Jawa, hal ini biasa disebut dengan istilah Nrimo Ing Pandum. Budaya ini dapat membantu kita untuk memberikan energy positif terhadap hati sehingga dapat membantu untuk proses penyembuhan hati. Ikhlas bukanlah sebuah bakat, namun hal ini perlu dilatih sehingga kita terbiasa dalam menjalankannya. Salah satu bentuk ikhlas kita dalam kehidupan, yakni Mudah memaafkan dan tidak mudah membenci Mengontrol amarah, sehingga tidak mudah emosi Tidak berpikir berlebihan, atau dalam istilah millenialnya insecure Tidak membanding-bandingkan dengan orang lain 2. Budaya Silaturahmi dan Solidaritas yang KuatKehidupan santri yang jauh dari kedua mengharuskan untuk bisa survive dan bertahan dalam menjalani kehidupannya. Namun, kehidupan santri selalu bersama teman-temannya, hal ini menjadikan ikatan diantaranya menjadi sangat kuat. Sehingga, hal ini membantu dalam proses self-healing karena mereka tidak akan mengalami kesepian dan bisa saling menguatkan satu sama lainya. Dengan begitu, waktu tidak terbuang dengan sia-sia karena ketika bertemu dengan orang lain akan memberi pengaruh positif dan pikiran menjadi terbuka. 3. Bermeditasi atau TirakatSalah satu cara untuk menghilangkan pikiran negative yaitu dengan bermeditasi. Dimana salah satu keunggulan dalam kehidupan santri adalah bermeditasi, atau dalam istilah alinya dikenal dengan sebutan tirakat. Tirakat merupakan salah satu bentuk taqarrab ilallah pendekatan diri kepada Allah SWT. Bentuk jauh dari orang tua, padatnya kegiatan hingga susahnya belajar merupakan salah satu bentuk tirakat yang dilakukan oleh santri. Sehingga, tidak ada waktu kosong dalam kehidupan santri karena dengan menjadikan kekosongan waktu untuk melakukan segala aktivitas bisa membantu mengembangkan diri dan menjauhkan dari pikiran negative. Akan tetapi, semuanya kembali pada niat dan kesungguhan masing-masing individu serta harus berdamai dengan diri sendiri. Karena bagaimana pun, teman paling setia, yang paling mengerti dan tidak akan pernah meninggalkan kita adalah diri sendiri. Wallahu A’lam Bishawab Penulis Muhammad Davan Fernanda - Seorang mahasiswa science yang memiliki minat di dunia kepenulisan Follow IG-nya Mas Davan
Cara Mendapatkan Suami Santri Pada artikel cara mendapatkan hati santri kemarin mungkin rasanya belum cukup supaya doi benar-benar menjadi teman sekaligus partner hidup. Bagi kamu para kaum hawa mendambakan untuk mendapatkan seorang pendamping hidup atau suami seorang santri memang sebuah kebahagiaan bahkan sebuah ketenangan tersendiri Dimana banyak kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh seorang santri yang belum tentu dimiliki oleh lelaki yang belum pernah mondok di Pesantren. Silahkan simak artikel lengkap tulisan kami tentang kelebihan santri Namun perlu diketahui pula, jika tips dan trik cara mendapatkan suami santri ini sebelumnya kami himbau atau disclaimer terlebih dahulu agar tidak salah paham Supaya tidak ada dusta diantara kita, maksudnya jika para akhwat sekalian telah menerapkan tips-tips yang kami berikan dibawah ini akan menjamin kamu bisa mendapatkan seorang suami santri Dan setelah mendapatkan suami seorang santri pun, kami himbau sebelumnya; Jika sifat atau akhlak dan ilmu seorang santri tersebut tidak seperti apa yang kamu mau Pada dasarnya, seorang santri pun adalah manusia. Dan manusia sejatinya perpaduan antara malaikat dan hewan. Terkadang ia bisa sebaik malaikat atau bahkan sebuas hewan. Tidak salahnya kita berikhtiar untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Selebihnya serahkan pada pemilik hati itu sendiri, yaitu Allah Subhanahu wa ta'ala. Perbanyak berdoa, siapapun kelak yang akan menjadi suami atau pendamping hidup mu. Itulah jodoh yang di amanah kan oleh Allah ta'ala. Oke kita langsung saja pada pembahasan utama kita yaitu cara mendapatkan suami santri. Setelah membaca disclaimer diatas, semoga kamu telah memahaminya. Cara Mendapatkan Suami Santri 1. Temukan Santri Cara pertama mendapatkan suami seorang santri yaitu temukan santri itu sendiri. Cara ini dilakukan untuk mu mungkin dilingkungan mu yang jarang ditemui santri, atau jauh dari Pondok Pesantren. Cara ini bisa kamu lakukan melalui internet atau sosial media bahkan pergi kesebuah daerah dimana santri berada. Tapi ingat, meski melalui sosial media bukan berarti kamu percaya begitu saja Namun perlu diperhatikan terlebih dahulu dari status, foto-foto yang ia posting, bio sosmed nya. Atau kalau kamu belum yakin, kamu bisa baca artikel tentang ciri-ciri santri yang pernah kami tulis sebelumnya Jangan sampai meski status, bio dan foto-fotonya santri, padahal cuma santri karbitan. Cari santri yang memang benar-benar santri tulen. Karena santri tulen insyaAllah ia benar-benar tau bagaimana melayani istri semestinya. 2. Mesantren Cara kedua cara mendapatkan suami santri yaitu ya mesantren. Karena dari mesantren atau mondok itu sendiri kamu akan benar-benar mengetahui sekaligus memahami sifat dan sikap seorang santri. Di Pesantren kamu bisa memilah milih tipe atau kriteria seorang santri yang seperti apa, bagaimana. Silahkan baca juga artikel kami tentang tipe-tipe santri Disana sudah kami jelaskan panjang lebar tipe-tipe santri putra. Kamu bisa memahami santri dari sudut pandang dan pengalaman wakilsantri. Dan biasanya pun di Pesantren itu sendiri kita bisa meminta jodoh seorang santri dengan minta dijodohkan langsung kepada ustadz. insyaAllah pilihan dari Kiyai dan Ustadz selagi niat kita suci kelak akan membawa keberkahan tersendiri. 3. Tidak Pacaran Cara selanjutnya cara mendapatkan suami santri yaitu dengan tidak pacaran, no way! Stop pacaran, apalagi sampai membuat status di sosmed atau WhatsApp dengan status nama laki-laki bukan muhrimnya. Jika kamu melakukan ini, bahkan sedang berpacaran. Segera putuskan pacarmu! Seorang santri sangat sangat kurang menyukai wanita yang lebay seperti ini. Menyematkan nama laki-laki yang bukan mahramnya di status WhatsApp atau sosial media. Saya pun kerap menghindari wanita yang kadang posting di sosial media bersama yang bukan mahram nya. Meski bukan pacar atau hanya sekedar jalan-jalan. Terkadang fikiran negatif berdatangan karena sikap seorang wanita yang terlalu vulgar di sosial media. 4. Jadi Pemalu Sifat pemalu memang sifat yang harus dimiliki oleh seorang perempuan. Wanita pemalu menandakan wanita tersebut sangat waspada dengan gerak-geriknya, tindak-tanduknya pada kemaksiatan. Sifat pemalu inilah yang terkadang membuat seorang santri menjadi penasaran, membuat santri merasa ingin menjaganya. Malu disini bukan berarti malu dalam segala hal, namun seperti yang saya sebutkan diatas yaitu malu dengan Allah terhadap sebuah kemaksiatan. Buat seorang santri penasaran dengan rasa malumu dan menjaga kehormatan diri. Coba jual mahal sedikit pun bisa menambah penasaran santri itu sendiri. 5. Batasi Pergaulan Membatasi pergaulan disini buka berarti kamu harus kuper, tidak. Membatasi pergaulan disini berarti setidaknya, kurang-kurangi pergaulan mu dengan lingkungan yang kurang baik bahkan negatif. Mungkin yang tadinya kamu lebih sering hangout bareng temen-temen random, campur laki-laki dan perempuan kalau bisa dikurangi. Mungkin memang tidak ada maksud bahkan tidak ada rasa dengan laki-laki tersebut. Namun dikhawatirkan menjadi fitnah yang bisa membuat ilfill santri. 6. Tidak Arogan Gosip, menggunjing seseorang, berkata-kata negatif atau bahkan sering mengeluh bukanlah sifat yang baik untuk dimiliki oleh seorang wanita dambaan santri. Tidak Arogan disini sama layaknya poin keempat pemalu diatas. Kurang-kurangi sifat seperti ini. Sebenarnya sifat arogan pada wanita itu sendiri tidak disukai oleh lelaki yang bukan santri sekalipun. Jangankan wanita, saya sebagai lelaki pun memang kurang menyukai teman sesama laki-laki yang arogan. 7. Posting Keagamaan Siapa sih orang yang tidak tenang ketika melihat status atau postingan kita di sosial media penuh dengan nasehat-nasehat dari kutipan ayat Alquran dan sunnah hingga nasehat para ulama Dimana didalamnya kita saling mengingatkan dan menasehati. Dengan seperti itu insyaAllah santri yang berteman dengan kita, melihat setiap share yang kita lakukan berbau hal-hal positif sedikit demi sedikit akan mulai tertarik. Jangan terlalu sering Selfi bahkan memperlihatkan aurat. Kalau pun ada segera hapus, posting hanya foto-foto quote. Jika pun ingin posting wajah cukup satu atau dua foto. 8. Tidak Manja Sifat manja memang sifat yang lumrah bagi wanita. Namun manja yang kami maksud manja yang sedikit-sedikit mengeluh Kurang bersyukur, ingin melihat terus keatas. Menyukai hal-hal yang mewah. Jika sifat tersebut masih ada, lupakan saja mendambakan suami santri. Santri hidupnya sangat sederhana. Santri sangat menjunjung kesederhanaan. Kesederhanaan disini bukan berarti tidak mampu, tapi lebih memilah milih mana yang mudhorot dan mana yang bukan. 9. Tawakal Cara mendapatkan suami santri yang terakhir yaitu tawakal pada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan cara berdoa, ikhlas dan sabar. Jika kelak memang jodoh kita nantinya adalah seorang santri, maka perbanyak bersyukur. Nikmati segala kekurangan dan kelebihan yang ia miliki. Jangankan kamu mungkin yang bukan seorang santriah atau belum pernah mondok. Seorang santriah itu sendiri pun terkadang ingin memiliki jodoh seorang santri namun takdir belum memihak padanya Padahal doa, ikhtiar sudah dilakukan. Memang seperti itulah jodoh. Sesulit apapun usaha, sebanyak apapun doa, jika memang bukan jodohnya mau seperti apa? Kesimpulan Dulu pun saya dekat dengan seorang perempuan yang sama juga seorang santriah. Orang tua kita sudah saling mengenali. Hingga masa dimana waktu saya ingin menikahinya, ia lebih memilih karirnya di dunia pendidikan dan menyarankan untuk menunda pernikahan hingga beberapa tahun. Maka dari itu saya lebih baik mengundurkan diri. Padahal saya sudah memberikan alternatif pilihan. Pada dasarnya jika memang ia jodoh kita tentu Allah akan mempermudahkan kita dalam segala urusan. Ingat! Sebaik-baik wanita adalah yang murah maharnya, namun mahal kehormatannya. Silahkan di share supaya lebih banyak akhwat yang mendambakan suami santri juga mengetahui tips ini. Jangan sungkan untuk meninggalkan komentar. Mungkin poin apalagi yang bisa sahabat wakilsantri tambahkan tentang cara mendapatkan suami santri, silahkan tulis di kolom komentar dibawah ini. Wallahu'alam Cara Mendapatkan Suami Santri
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Santri biasanya dapat dikatakan sebagai seseorang yang menimbah ilmu agama islam di sebuah pondok pesantren yang diasuh oleh seorang kyai. Tetapi sebenarnya menurut Bisri santri bukan hanya yang mondok saja, tapi siapapun yang berakhlaq seperti santri dialah santri. Santri juga merupakan garis terdepan dalam memerdekakan bangsa Indonesia. Di zaman dulu saat berperang santri menggunakan resolusi jihad fii sabilillah suatu rasa cinta tanah air bagi santri dengan berani mati dalam peperangan untuk membela negara dari serangan musuh atas perintah seruan Asy'ari sehingga akhirnya pihak musuh terkalahkan. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 22 Oktober 1945, sehingga sampai saat ini tanggal 22 Oktober diperingati sebagi hari Santri Nasional HSN yang sudah ditetapkan oleh keputusan presiden Nomor 22 Tahun 2015. Hal ini dapat menunjukkan bahwa santri sangat berperan dalam mewujudkan bangsa dan negara yang harus bangga menjadi seorang santri, jika kita tidak bangga maka tidak akan ada yang menghormati santri. Menjadi seorang santri dominan harus meninggalkan rumah beserta orang tuanya dan harus tinggal di asrama atau pesantren demi menuntut ilmu. Mereka akan dididik menjadi orang yang disiplin, dapat mengatur waktu, ibadah dan juga diajarkan menjadi orang yang sederhana serta mandiri yang pastinya sesuai dengan ajaran-ajaran qur'an dan era millennial saat ini informasi bukan lagi berdasarkan kebenaran atau fakta, melainkan berdasarkan kepercayaan semata, inilah yang menjadi tantangan bagi seorang santri. Seorang santri yang proses belajarnya berdasarkan qur'an dan sunnah menjadi hal yang harus dibagikan kepada masyarakat. Dengan turunnya santri ke masyarakat diharapkan bisa meminimalisir informasi-informasi hoax. Maka dari itu sebagai seorang santri jangan sampai terbawa arus negatif globalisasi, melainkan harus bisa memanfaatkan teknologi melek teknologi dengan bijak. Misalnya menggunakan teknologi untuk mengakses pengetahuan atau menggunakannya untuk berdakwah menyiarkan islam secara online. Sebagai seorang santri juga bisa memiliki kompetensi di bidang kerja secara professional, apalagi seorang santri tentunya diajarkan tentang akhlakul karimah sehingga akan lebih menghormati para pekerja lainnya. Santri yang beradab dan melek teknologi saja belum cukup, santri juga harus menjadi ujung tombak dalam literasi, karena dengan literasi yang baik kita bisa menentukan apakah informasi yang tersebar tersebut valid atau hoax, serta kita harus bisa memilah dengan baik dalam menyebarkan informasi ataupun edukasi. Jangan sampai kita menyesatkat umat manusia. Santri juga diharapkan untuk bisa memerangi paham barat yang dapat menghancurkan bangsa dan memecah belah kesatuan bangsa. Oleh karena itu di era millennial ini santri harus mengimbangi antara ilmu agama islam dan juga ilmu pengetahuan umum untuk bersaing di era saat ini. Peran santri dalam menghadapi tantangan ini yaitu santri bisa melakukannya dengan berbagai cara, yaitu santri bisa tetap terus berdakwah menanamkan nilai islam yang moderat dan dapat membuat perubahan serta inovasi untuk kemaslahatan umat. Kemudian santri juga dapat berkonstribusi dalam perdamaian dunia santri itu harus kuat ilmu dan kuat fisik, dan santri juga harus bisa menjadi perekat pemersatu bangsa, karena dengan bersatu maka bangsa kita akan maju bersama. Persatuan dan kerukunan tidak hanya dalam hubungan antar umat islam melainkan juga antar umat agama era millenial ini juga tidak luput dengan adanya santri yang melakukan perilaku menyimpang. Walaupun dalam keseharian sebagai seorang santri pasti dididik dengan akhlak dan norma yang baik tetapi tidak sedikit santri yang melakukan perilaku menyimpang. Menurut pengalaman saya sendiri contoh perilaku menyimpang yang sering terjadi di area pesantren yaitu melanggarnya peraturan seperti tidak mengikuti sholat berjamaah, berduaan dengan lawan jenis, bahkan ada juga yang mencuri barang milik santri lain. Untuk mengatasi hal tersebut ada upaya-upaya yang harus dliakukan seperti menegurnya, dan memberinya sanksi sesuai apa yg diperbuat, bahkan ada yang sampai di sidang karena tidak mau mengakui kesalahannya. Dengan begitu diharapkan santri tidak akan melakukan perilaku yang menyimpang lagi. Di era saat ini juga banyak para pemuda islam bahkan ada juga santri yang suka berjoget-joget di media sosial. Hal itu merupakan hal yang tidak baik karena sebagai umat islam seharusnya kita dapat menggunakan media sosial dengan baik misalnya untuk sharing-sharing tentang ilmu pengetahuan, bukan malah joget-joget mengumbar aurat, karena jika kita mengumbar aurat itu termasuk perbuatan yang tentang santri, menurut pengalaman saya para santri dalam memperingati hari santri biasanya dengan mengadakan lomba-lomba, Seperti lomba pidato, Qiro'ah, menulis karya ilmiah, membaca kitab, dll. Dengan adanya lomba-lomba tersebut para santri bisa menuangkan bakatnya. Dengan melalui salah satu lomba tersebut yaitu pidato kita juga bisa menyampaikan kepada semua orang bahwa kita sebagai santri harus tetap berakhlakul karimah dan jangan pernah berani sama orang tua ataupun kyai walaupun kita sedang berada pada era milenial saat ini. Seperti yang pernah saya pelajari di pesantren sudah dijelaskan bahwasannya kita harus menghormati atau mentaati guru kita agar ilmu yang diberikan itu berkah dan bermanfaat bagi kita, hidup bahagia dan tidak pernah merasa putus seorang santri itu hebat, karena menjadi seorang santri pastinya memiiki jiwa kesederhanaan, kemandirian dan juga persaudaraan atau kekeluargaan yang kuat. Kesederhanaan disini bukanlah kemiskinan tetapi di dalam kesederhanaan tersebut tersimpan hati yang lembut, ketabahan dan juga dapat menghadapi tantangan dalam perjuangan hidup yang bermanfaat di dunia maupun di akhirat. Sedangkan dengan kemandirian maka seorang santri tidak akan pernah manja kepada orang tuanya, mereka akan melakukan pekerjaan atau kegiatan sehari-harinya sendiri. Kemudian yang di maksud persaudaraan atau kekeluargaan yang kuat yaitu seperti seorang santri yang tinggal di pesantren pastinya memiliki banyak teman, nah disitulah mereka akan mempererat persaudaraan serta kekeluargan sesama. Mereka susah senang selalu bersama, jadi jika ada masalah maka akan terasa lebih ringan karena dihadapi secara bersama-sama. Sikap ini tidak hanya dapat diterapkan di pesantren tetapi juga bisa diterapkan di kehidupan bermasyarakat. Dapat disimpulkan cara agar santri menjadi terdepan dalam segala hal yaitu dengan cara menerapkan ilmu yang telah di dapatkannya, yaitu selalu berakhlaq baik, menjaga kesopanan, tetap berdakwah menyiarkan agama ataupun ilmu pegetahuan umum kepada masyarakat, ikut berpartisipasi dalam perdamaian dan persatuan bangsa, dan tetap hadapi masalah yang ada dengan berpikir kritis dan bijak sehingga masalah dapat terselesaikan dengan baik, dan ingat jangan pernah takut dengan resiko yang terjadi seperti halnya resolusi jihad fii sabilillah yang dilakukan santri Santrii!!! Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
cara mendapatkan hati seorang santri